Sakit Kepala, Jangan Sembarang Minum Obat

•Mei 20, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Obat penghilang nyeri yang tergolong analgesic-antipyretic berguna untuk meredakan nyeri dan sekaligus pereda demam. Jika diminum segampang kacang goreng, ginjal, hati, dan darah bisa rusak.

Obat analgesic-antipyretic ada beberapa jenis, tulis Dr Handrawan Nadesul dalam sebuah artikel. Menurutnya, selain buat nyeri dan demam, jenis yang tergolong obat encok bisa meredakan nyeri selain mengatasi peradangan sendi juga.

Obat analgesic-antipyretic dipilah sesuai dengan kekuatan antinyeri dan antidemamnya. Ada jenis yang lebih kuat menghilangkan nyeri, ada pula jenis yang lebih kuat meredakan demamnya. Jenis obat dipilih sesuai kebutuhan kasusnya.

Jika dihimpun, efek samping, keracunan, kelebihan dosis, maupun akibat pemakaian lama, obat analgesic-antipyretic umumnya mengganggu pencernaan. Pasien maag perlu berhati-hati mengonsumsi obat jenis ini.

Selain berisiko menimbulkan perdarahan lambung dan usus, analgetic-antipyretic merusak ginjal, hati, dan darah. Pendengaran pun bisa menurun, muncul keluhan tujuh keliling (vertigo), dan mungkin kuping terasa berdenging (tinnitus). Selain itu, sel darah putih bisa berkurang, atau mudah teiradi perdarahan di organ mana saja akibat menurutmya zat pembeku darah.

Akibat rutin minum obat sakit kepala mungkin mendadak malah timbul demam tinggi tanpa sebab yang jelas. Bisa juga muncul depresi, kejang-kejang, atau perubahan perilaku. Jika kelebihan dosis, pernapasan akan tertekan, dan mungkin berakhir fatal.

Ada pula jenis obat sakit kepala yang makan darah. Haemoglobin, zat utama dalam sel darah merah, bisa ikut terganggu pula. Selain itu sel darah merah gampang hancur, sehingga yang doyan minum obat sakit kepala bisa kurang darah (anemia haemolytic).

Obat golongan ini ada juga yang merusak ginjal. Jika kebanyakan, lama kelamaan bisa berakhir gagal ginjal. Selain itu, ada pula jenis yang punya sifat pencetus kanker ginjal, dan kandung kemih.

Analgesic-antipyretic tergolong obat paling sering menimbulkan alergi. Yang berbakat alergi tak tahan terhadap beberapa jenis atau semua jenis obat golongan ini. Begitu minum atau disuntik, langsung muncul alergi kulit berupa biduran (kaligata).

Jika berat, mungkin disertai sesak napas, mual-muntah, dan bisa jadi sampai serangan syok. Nyeri kepala, dan segala keluhan nyeri lain, sebetulnya cuma gejala dari suatu penyakit. Cukup banyak penyakit dengan gejala nyeri kepala. Kesalahan sering terjadi sebab yang acap diobati rasa nyerinya, dan bukan penyakit yang menimbulkan rasa nyerinya.

Kita tahu nyeri kepala bisa datang dari mana-mana bagian tubuh, termasuk dari jiwa juga. Orang yang mesti pakai kacamata baca, tapi abai, sering mengeluh nyeri kepala terus selama gangguan visus matanya tak dikoreksi. Waspada keluhan begini acap muncul pada usia mulai lewat 40.

Semua yang sudah melewati usia 40 butuh kacamata baca. Ini sering tidak disadari. Ketika jarak baca sudah harus lebih jauh dari sepenggaris, berarti mata perlu dikoreksi dengan kacamata baca. Jika tetap membaca tanpa bantuan kacamata baca, mata akan letih, lalu muncul nyeri kepala. Dengan bertambahnya umur, setiap 2-3 tahun kacamata baca perlu ditambah lensa plusnya.

Salahnya, pada keluhan nyeri kepala sebab mata tua (presbyopia) yang diobati cuma nyeri kepalanya, bukan matanya. Begitu obat tidak minum, nyeri kepalanya cekot-cekot lagi. Apalagi sehabis banyak membaca, lama di depan monitor, atau nonton televisi.

Nyeri kepala bisa pula berasal dari gigi, radang sinus, gangguan rongga hidung (kelainan sekat hidung), atau penyakit lambung. Selama penyakitnya tidak diobati, keluhan nyeri kepalanya cenderung akan muncul terus. 

Minum obat sakit kepala tidak menyelesaikan masalah.Jika bukan penyakitnya yang diatasi, malah justru menimbulkan masalah baru. Pasien harus memikul efek samping, keracunan, atau kelebihan dosis obat sakit kepala.

Pasien encok korban terbanyak akibat obat pereda nyeri. Kita tahu tidak semua encok dapat sembuh. Pasien encok terus saja bergantung pada obat encoknya. Padahal tidak semua obat encok, termasuk obat tradisional (Cina), aman dipakai untuk waktu lama.

Kasus anemia, kelainan darah putih (agranulocytosis), serta gangguan sel darah lain sering diderita pasien encok yang salah memilih obat.

Beberapa jenis obat encok ilegal ditarik dari pasar selama ini sebab tidak aman buat tubuh. Mengapa? Sebab selain berisi obat pereda nyeri (jenis yang mungkin sudah dilarang beredar), tak sedikit obat encok ilegal, baik berupa kapsul maupun jamu, yang kedapatan menambahkan obat golongan corticosteroid (hormon), yang sekalipun berkhasiat, namun tak boleh dipakai untuk waktu lama.

Jiwa yang gundah, pikiran yang tegang, emosi yang gulana, bisa muncul sebagai keluhan nyeri kepala juga. Tentu yang harus diobati jiwanya, bukan nyeri kepala tegangnya.(www.perempuan.com)

 

Sukses dengan Meningkatkan Kualitas Diri

•Mei 20, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Setiap orang pasti ingin menjadi karyawan yang berkualitas. Untuk mendapatkannya memang tidak mudah karena anda harus berusaha keras dan memupuk kemampuan diri setiap hari. Apabila anda ingin menjadi karyawan yang berkualitas, sebaiknya simak beberapa langkah dibawah ini.

Buka mata dan telinga anda terhadap segala jenis informasi, baik politik, sosial, ekonomi dan tentu saja yang berkaitan dengan pekerjaan anda. Informasi ini bisa didapat dari media manapun. Belajarlah menyerap informasi dengan tuntas agar anda tidak ketinggalan informasi terkini.

Kembangkan ide agar anda bisa menjadi pribadi yang kreatif. Memang tidak setiap saat ide bisa keluar tapi saat menemukannya sebaiknya jangan sia-siakan. Dengan mengembangkan ide secara maksimal maka akan menambah poin untuk anda.

Tingkatkan kemampuan diri dengan meningkatkan target kerja anda. Cobalah selesaikan pekerjaan anda lebih awal dari biasanya. Setelah itu, evaluasi kembali hasil kerja anda di hari kemarin. Lakukan peningkatan hasil kerja agar kualitas diri semakin bertambah dari hari ke hari.

Salah satu hal yang membuat pribadi berkualitas adalah menjadi orang yang menyenangkan. Hargai orang lain dengan mengetahui batasan etiket dan sopan santun. Selalu berpikir positif juga akan membuat anda menjadi orang yang menyenangkan dan pribadi berkualitas. Buang jauh pikiran negatif agar hari-hari anda lebih menyenangkan. Dengan pemikiran positif maka akan membantu anda untuk meraih kualitas diri.

Cerminkan profesionalisme anda melalui gaya bicara, cara berbusana dan body language. Jadi mulailah perbaiki penampilan anda secara keseluruhan. Karena seorang dengan kualitas baik akan mengetahui bagaimana caranya berpenampilan yang baik.

Jadi apabila anda ingin meningkatkan kualitas diri maka lakukanlah langkah-langkah diatas agar terbuka jalan menuju kesuksesan. Goodluck pals. (www.perempuan.com)

Sukses dengan Sikap Sportif

•Mei 20, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Dalam dunia kerja memang selalu ada kompetisi yang memiliki aturan main berbeda-beda, mulai dari halus, normal, hingga yang kasar. Tapi dalam menghadapi kompetisi anda harus bersikap sportif, agar anda bisa menjadi pemenang yang tangguh. Simak beberapa sikap sportif yang bisa anda lakukan saat menghadapi kompetisi di kantor.

Suatu kompetisi memang harus ada yang kalah dan menang. Cobalah anda pahami konsep-konsep permainan di perusahaan, baik yang tertulis maupun tidak. Lalu jalani konsep tersebut dengan cara yang sportif.

Untuk memenangkan kompetisi, anda harus menjadi pribadi yang tahan banting. Miliki semangat juang yang tinggi akan membuat anda menjadi pemenang. Tapi anda harus mampu berkompetisi secara sehat, tanpa harus menusuk teman dari belakang.

Meski berada dalam kompetisi yang cukup ketat tapi anda harus tetap menjalin kerjasama dengan rekan lainnya. Jangan pernah ragu untuk membantu rekan yang sedang kesulitan menyelesaikan tugasnya. Sikap fleksibel anda akan mendapat nilai plus didepan atasan. Jadi jangan bekerja secara pribadi hanya untuk menonjolkan kemampuan diri sendiri.

Di lingkungan kerja anda harus tetap saling menghormati dan bertoleransi terhadap sesama rekan kerja. Dengan sikap ini merupakan sebagai bentuk penghargaan terhadap perbedaan termasuk kekuatan dan kelemahan. Sikap ini pun mampu menumbuhkan sikap sportif dalam diri sendiri dan menggerakkan rekan lainnya untuk bersikap sportif juga.
 
Jika anda memang melakukan kesalahan, jangan ragu untuk mengakuinya. Jangan mencari alasan bahwa penyebab kegagalan tersebut dikarenakan oleh rekan lain, lingkungan atau faktor eksternal lainnya. Apabila anda mengalami kegagalan, intropeksi diri anda dan berusahalah untuk memperbaikinya.

Saat rekan anda meraih kesuksesan, jangan pernah merasa iri hati. Terimalah keberhasilannya dengan lapang dada dan jadikan sebagai pemicu anda untuk lebih maju. Berikan pujian kepadanya dengan tulus dan sewajarnya. Jangan melontarkan pujian hanya sebagai topeng dibalik sikap iri hati anda.

Kesuksesan yang anda raih akan terasa indah bila anda lakukan secara sportif. Apabila anda raih kesuksesan dengan sikap sportif maka kemenangan akan diterima tanpa sikap angkuh. Tapi jika gagal maka anda bisa menerimanya dengan lapang dada juga. Semoga berhasil. (www.perempuan.com)

Istriku Pandai Sekali Bersandiwara

•Mei 20, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Sekilas, penampilan Mala (bukan nama sebenarnya) yang lugu tak ubahnya orang desa yang awam dengan gemerlapnya kehidupan kota. Ia juga begitu jauh dari penampilan terbuka. Malah, ketertarikanku padanya berawal dari penampilannya sederhana itu, meskipun Mala merupakan anak  orang yang cukup berada. Saat itu aku yakin bahwa Mala adalah gadis lugu yang kuimpikan bisa merubah gaya hidupku yang euphoria, penuh dengan pesta pora, hura-hura, bahkan tak jarang bergelut dengan dunia seks bebas dan drugs.

Kami menikah tahun 2005 lalu. Pernikahan kami awali dengan masa pacaran yang terbilang singkat hanya sekitar 3 bulan. Dalam waktu tiga bulan tersebut aku memang belum mengenal watak Mala, namun aku yakin dengan pilihanku saat ini. Aku yang sudah matang dalam usia dan mapan dalam pekerjaan, kemudian meminangnya dan memutuskan untuk segera menikahinya, karena waktuku yang sangat terbatas terkait pekerjaanku sebagai seorang pelaut.

Setelah menikah, kami tinggal di rumah yang telah aku beli sebelumnya yang sengaja aku rahasiakan untuk aku jadikan kejutan buat Mala. Rumah itu memang tak sebagus rumah orang tua Mala, namun asri, sederhana dan cukup untuk membina sebuah keluarga kecil yang bahagia. Dengan dilengkapi sebuah mobil, dan satu orang pembantu, sepertinya aku tak perlu lagi memikirkan apa apa.

Dua bulan setelah menikah, aku harus kembali melaut dalam waktu yang cukup lama. Awalnya aku merasakan kekhawatiran saat akan meninggalkan Mala, tapi jika melihat perilakunya yang pendiam, santun, dan taat dalam menjalankan ibadah, rasanya kekhawatiran itu tak pantas aku tujukan kepadanya. Lagi pula tempat tinggal kami tak berapa jauh dari rumah orang tuanya sehingga aku bisa ‘menitipkan’ Mala pada keluarganya.

Satu bulan sejak aku tinggalkan, Mala memberi kabar bahwa ia tengah mengandung anak pertama kami. Betapa bahagianya saat aku mendengar kabar tersebut, sepertinya aku ingin segera kembali ke rumah dan memeluk Mala erat-erat. Tapi keinginan itu hanya menjadi sebuah angan-angan karena tugasku di laut masih enam bulan lagi.

Singkat cerita, saat aku kembali ke rumah, usia kandungan istriku telah mencapai tujuh bulan. Saat itu aku mulai mendengar desas-desus miring mengenai kelakuan Mala saat aku tinggalkan. Aku memang tak lantas mempercayai semua desas-desus itu, karena di mataku Mala merupakan istri yang setia dan bertanggung jawab.

Namun ketika ia hamil untuk yang kedua kalinya, aku mulai mencurigai ada yang ‘tak beres’ dengan kehamilannya. Pasalnya semenjak kami memiliki anak pertama, aku selalu menggunakan ‘alat pengaman’ saat berhubungan badan dengannya, sehingga kehamilannya itu membuatku menjadi sedikit bingung dan mulai memasang telinga.

Suatu saat, aku berupaya mencari tahu kebenaran tentang kelakuan istriku, dengan alasan akan kembali melaut aku berencana menjebak istriku. Dan benar saja sehari setelah kepergianku, Mala mulai menampakan prilaku yang sebenarnya. Gerak-geriknya memang tak mengundang kecurigaan, setiap pagi ia pergi ke pasar untuk membeli segala kebutuhan. Yang membuat aku curiga kenapa ia tak menyuruh pembantu untuk berbelanja. Dan karena kecurigaan itu, aku sengaja membuntutinya saat ia pergi berbelanja.

Dan rupanya benar apa yang kudegar selama ini, di pasar Mala selalu menemui orang yang sama, seorang pria muda dengan penampilan yang cukup tampan. Sebentar kemudian mereka pergi ke sebuah rumah yang tak jauh dari pasar. Dan aku tak ingin menebak apa yang selanjutnya mereka perbuat di dalam rumah itu.

Baru setelah anak kedua lahir, aku mulai memberanikan diri bertanya tentang kebenaran desas-desas yang selama ini aku dengar. Awalnya ia memang menyangkal semua tuduhan itu, namun setelah aku tanyakan siapa laki-laki yang sering ia temui di pasar ia mulai terlihat gugup dan kemudian menangis. Dan akhirnya ia tak lagi bisa mengelak, ia mengakui perselingkuhan yang ia lakukan sejak kami menikah. Tapi ia bersumpah bahwa dua anak yang ia lahirkan adalah anak kandungku.

Aku memang tak bisa menolak pernyataan Mala, namun aku tetap tak bisa menerima apa yang telah ia lakukan terhadapku. Saat itu juga aku berencana mengajukan cerai kepadanya, tapi ia menolak dan berjanji untuk tak mengulangi perbuatannya itu. Selama hampir satu tahun aku memendam persoalan itu, karena aku tak ingin keluargaku mendengar apa yang terjadi dengan rumah tanggaku.

Namun semakin hari, semakin aku tak bisa hidup dengan tenang, bayang-bayang perselingkuhannya masih saja menganggu kehidupanku, aku masih memiliki keinginan untuk menceraikan Mala dan membawa anak-anakku dan membesarkannya dengan baik. Namun aku sendiri tak tahu kapan keinginanku itu bisa aku wujudkan, karena di sisi lain Mala memang menunjukkan kesungguhannya untuk berubah. (www.perempuan.com)

Trik Tarian Lidah Snowballing

•Mei 20, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Sebentuk ‘tarian lidah’ di pangkal paha dan Mr P. Kebanyakan lelaki suka menerima ini tetapi tak banyak perempuan suka melakukannya, terlepas sebagian perempuan lain menikmati melakukan fellatio pada pasangan mereka, yakni teknik perangsangan pada Mr.P dengan cara diisap, dijilat dan dicium.

Jika Anda kebetulan menyukainya, itu lebih bagus lagi. Tetapi, kebanyakan perempuan mungkin lebih suka melakukannya dengan cepat dengan beberapa alasan.

Seks bukanlah untuk dipikirkan, namun dilakukan. Karena itu, just do it. Dan percayalah, pelan tapi pasti, seiring erang suami Anda, kenikmatan itu juga akan Anda rasakan.

Atau, jangan-jangan beberapa istri pembaca rubrik seks di www.perempuan.com justru punya pengalaman pribadi menjadi ‘penjilat’ yang mengagumkan, dengan teknik dan fantasi beragam.

Santai
Terkadang, perempuan kerapa merasa tak yakin pada tekanan yang harus dilakukan untuk memulai ‘torehan’ pada Mr P. Anda tak perlu terlalu khawatir, santai dan nikmati saja.

Kreatif
Menjilat, gigit perlahan, ke atas dan ke bawah hingga ke batang Mr P, menjetik-jentikan lidah Anda di kepala Mr P, cucupi ujung lubang di kepala Mr P.

Berlakulah kreatif. Jika Anda mengulang gerakan yang sama terlalu lama, pasangan justru sedikit kehilangan ’sentakan’ sensasi yang Anda lakukan. Karena itu, Anda perlu mengubah-ubah gaya ‘torehan’ itu dengan teknik yang lain. Jika perlu, gunakan tangan Anda untuk membelai batang Mr P, buah pelirnya dan bagian tubuh lainnya.

Eksplorasi
Berikan ciuman dan jilatan bagian tubuh selain Mr P, misalnya buah pelir, paha bagian dalam, kerampang dan perut bagian bawah. Bagian-bagian tersebut juga merupakan wilayah sensitif yang mudah menghantarkan ‘denyut’ rangsangan. Termasuk pula pada titik antara skortum dan anus.

Sebagian lelaki paling mudah terangsang manakala bagian bawah Mr P, tepatnya di bawah bagian serupa jamur, yang berupa urat kecil membentuk garis di bagian belakang kepala Mr P atau frenulum. Bagian ini merupakan bagian yang sangat peka terhadap perangsangan.

Gunakan bibir, bukan gigi
Tak perlu menggunakan gigi kecuali jika suami memintanya. Untuk menghindari gigi Anda mengenai kulitnya, hisaplah dengan bibir Anda. Buatlah bibir Anda serupa rahang orang tua yang ompong.

Lembut
Menghisap adalah salah satu teknik oral yang disukai. Namun jangan menyedot terlalu keras, alih-alih membuat rasa ‘nyaman’, justru akan membuat Anda tercekik atau membuat pasangan Anda kesakitan.

Imajinasi
Sebagai pihak yang aktif, Anda sah-sah saja menggunakan imajinasi dan fantasi tanpa perlu minta ijin terlebih dahulu pada suami. Anda bisa membayangkan sesuatu yang ‘lezat’ berada dalam rongga mulut Anda. Sosis, pisang, hot dog, ice cream atau bahkan sebatang stik coklat misalnya.

Kontak mata
Saat melakukan hal intim ini, jagalah kontak mata dengan pasangan. Nyatakan dengan bahasa kedipan, non verbal, di sela-sela kesibukan Anda ‘mengunyah’. Sensasi intim, romantis dan kesan nakal bakal terungkap semua melalui kontak mata ini.

Masih dengan menjaga kontak mata, perlakukan benda intim milik suami itu sebagaimana kesayangan Anda, dimana benda itu tak akan Anda relakan dijamah dan direbut orang, selain Anda. (www.perempuan.com)

Cantik dan Seksi Meski Hamil

•Mei 17, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Siapa bilang berbadan dua tidak bisa tampil cantik? Meskipun anda berbadan dua tapi anda tetap bisa mengenakan busana cantik yang nyaman dengan permainan detail dan aksen agar terlihat seksi.

Saat anda ingin menghadiri acara pesta di sore hari, kenakan blouse model baby doll agar tubuh lebih leluasa bergerak. Padukan dengan bolero aksen frill warna merah dan rok warna hitam. Busana ini terlihat lebih asimetris sehingga membuat perhatian tidak tertuju langsung pada perut anda yang sedang membesar lho.

Pilihlah busana yang terbuat dari bahan yang membuat anda merasa nyaman. Karena perempuan hamil lebih cenderung mudah berkeringat dan merasa kegerahan. Pilih gaun lengan spaghetti dari bahan kaos dengan bolero bercorak sehingga penampilan terlihat simpel tapi terkesan feminim.

Atau anda bisa kenakan gaun biru muda yang terbuat dari bahan sifon untuk memancarkan keceriaan hari anda. Pilihlah gaun yang memiliki aksen lipit pada garis empire gaun agar terlihat lebih istimewa. Busana ini sangat cocok dikenakan saat anda ingin menghadiri pesta di malam hari.

Gaun sifon warna soft bisa anda kenakan dengan permainan aksen frill dan lengan asimetris. Pilihan busana dari bahan sifon yang ringan akan membuat anda merasa nyaman sepanjang acara pesta.

Kesan cantik dan seksi bisa anda tampilkan melalui balutan kaos model tube, hiasi busana anda dengan bros ataupun rajutan bunga di dada. Padukan busana ini dengan mengenakan celana 7/8 dari bahan yang cukup lembut.

Busana hamil tidak selalu harus berbentuk longgar dan potongan lurus. Jangan sembunyikan tubuh anda yang tengah padat berisi, tapi perlihatkan badan serta kulit tubuh. Karena tubuh anda semakin terlihat membesar, sebaiknya pilihlah busana dengan motif yang besar.

Gunakanlah busana dengan warna-warna cerah agar penampilan terlihat lebih segar. Hindari menggunakan baju yang terlalu ketat agar tidak mengganggu gerak tubuh. Yang terpenting adalah pilihlah model busana yang membuat anda merasa nyaman saat mengenakannya agar penampilan semakin mempesona. Wanna try?

Tampil Sempurna Meski Payudara Kecil

•Mei 17, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Setiap orang pasti tidak memiliki bentuk tubuh yang sempurna. Tapi bukan berarti hal ini menjadi halangan bagi anda untuk tetap tampil sempurna. Bagi anda yang memiliki payudara kecil, tidak perlu cemas. Anda bisa memadukan busana yang tepat agar penampilan anda tetap mempesona, simak beberapa hal yang perlu anda perhatikan.

Pilih atasan yang ketat, model empire, halter dan leher V yang sempit. Ciptakan volume di area dada dengan saku, aksen tumpuk, ruffles, shirring atau warna bahan yang kontras, aksen trim di atas garis dada.
                                
Apabila lengan anda ramping, cobalah pilih atasan yang memiliki lengan melebar, pendek atau tabbed. Kenakan atasan yang lebih terang daripada bawahan. Pilihlah kemeja yang memiliki kelepak kerah lebar dan berkerah.

Tapi sebaiknya anda hindari atasan yang bersiluet tegas yang tidak sesuai dengan tubuh seperti raglan, lengan balon atau kimono, kain yang kaku atau apapun yang menggembung. Nah, kini penampilan anda menjadi sempurna bukan? Selamat bergaya.

Kesan Pertama Awal kerja

•Mei 17, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Jika anda ingin bertemu dengan seseorang untuk pertama kali, terkadang timbul perasaan suka ataupun tidak suka. Hal tersebut tergantung oleh kesan pertama dari seseorang sesudah melihat dan mendengar apa yang anda katakan. Mereka juga menilai cara anda berpakaian, cara berjalan bahkan cara makan anda.

Kesan pertama yang baik akan membuat hubungan kerja berkembang baik. Tetapi jika kesan pertama buruk akan menghambat hubungan kerja anda. Penilaian biasanya diberikan dalam beberapa detik pertama berdasarkan bahasa tubuh lawan bicara. Proses penilaian itu berlangsung jika anda tampak mempunyai kemampuan, kemauan dan referensi kerja yang besarnya seimbang, maka anda akan dinilai cocok untuk hubungan lebih lanjut. Tapi jika anda tidak diterima, jangan berkecil hati. Karena anda bisa belajar untuk dapat lebih baik lagi. Untuk itu nilai dan kenali kepribadian, penampilan fisik, gaya serta tujuan hidup anda.

Bila diterima kerja, biasanya anda akan diuji untuk menilai seberapa cepat anda mempelajari sesuatu yang baru. Tunjukkan pada bos bahwa anda mampu menyelesaikan permasalahan yang ada di kantor. Pelajari serta kuasai pekerjaan dengan cepat. Jangan memberi kesan buruk, karena akan mempengaruhi kerja keras anda.

Saat melakukan wawancara, sebaiknya fokuskan pikiran anda dengan pewawancara, dan jadilah pendengar yang baik. Jangan melontarkan humor dalam pembicaraan yang serius. Hindari pembicaraan yang terlalu cepat atau suara yang terlalu pelan, sehingga sulit didengar. Gunakan bahasa yang baik dan sopan. Kenakan busana yang sesuai dengan situasi dan kondisi. Tak perlu mahal, yang penting bersih dan rapi.

Dosenku yang Cantik Itu Ternyata…

•Mei 17, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Sejak aku duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama, bayangan untuk bisa melanjutkan pendidikan sampai di bangku kuliah terus saja mengusik pikiranku. Maklum aku bukan termasuk golongan dari keluarga yang cukup berada dan aku juga sadar sepertinya otakku yang bebal ini tak sanggup menampung ilmu yang rumit-rumit. Tapi saat aku melihat tetangga-tetanggaku yang telah kuliah, kok sepertinya asyik sekali. Dan akhirnya aku mengenyampingkan semua keragua-raguanku. Maka jadilah akhirnya aku kuliah.

Aku memang tak diterima di perguruan tinggi negeri, seperti kubilang tadi, otak ini terlalu bebal untuk bisa masuk perguruan tinggi negeri. Sebagai penggantinya aku memilih perguruan tinggi swasta yang keberadaannya tak diketahui banyak orang. Selain murah, di kampus ini sepertinya kuliah bukan sesuatu yang mutlak, sehingga aku tak terlalu dipusingkan dengan ilmu-ilmu yang harus aku pelajari. Aku memang tak termotifasi untuk menimba ilmu, niatku sejak awal memang hanya ingin bergaya mengikuti trend yang sedang berlaku di kalangan anak muda.

Alhasil, hari-hariku di kampus lebih banyak nongkrong daripada belajarnya. Lumayanlah, aku bisa memandangi mahasiswi-mahasiswi sok sibuk yang berseliweran di depan mataku. Di kampus ini aku juga ditakdirkan bertemu dengan seorang dosen yang di mataku terlihat begitu anggun dan cantik. Ia masih muda, perkiraanku usianya tak lebih dari 24 tahun, sebut saja namanya Rini (bukan nama sebenarnya).

Sejak mendapat kuliah dari dosen cantik ini aku mendadak jadi rajin kuliah, khususnya mata kuliah yang diberikan oleh Bu Rini. Selebihnya ya seperti biasa, nongkrong di kantin membayangkan bisa berjalan berduaan dengan Bu Rini sambil bergandengan tangan. Menikmati indahnya alam semesta yang diciptakan Tuhan buat manusia.

Terkadang saat menerima mata kuliahnya, aku cuma bisa terkagum-kagum memandangi wajahnya yang sepertinya memancarkan sinar kemesraan buatku. Akibatnya tak sedikitpun mata kuliah yang ia berikan menempel di otakku. Setiap kali bertemu dengannya, yang ada di otakku hanya pikiran mesum tak berkesudahan. Sampai-sampai teman-teman kuliah menganjurkan aku untuk memeriksakan otakku ke psikiater.

Hingga suatu saat aku berusaha untuk bisa lebih dekat dengannya. Dengan alasan mengejar mata kuliahnya yang tertinggal, aku meminta tambahan waktu kuliah untukku. Dan secara tak terduga ia bersedia memberikan waktu yang kuminta, dengan syarat kuliah tambahan ia berikan di rumahnya. “Pucuk dicinta, ulam tiba,” pikirku saat itu. Aku memang mencari-cari kesempatan untuk bisa berkunjung ke rumahnya.

Pertama kali mengunjungi rumahnya, aku tak merasakan hal istimewa. Rumah itu biasa-biasa saja, cuma saja apa yang ada dibayanganku tentangnya jauh dari kenyataan. Rini ternyata tinggal sendiri di rumah yang ia kontrak. Padahal rumah itu terlalu besar untuk ditinggali sendiri. Di samping rumah itu ada sebuah salon kecantikan yang entah milik siapa, tapi melihat dari pagarnya yang menyatu dengan rumah Rini, aku berfikir mungkin itu usaha sampingan yang dijalankan oleh Rini.

Semakin sering aku mengunjungi rumahnya semakin sering pula aku mendapatkan hal-hal ganjil. Mulai dari tatapan para tetangga Rini yang sepertinya menatap dengan pandangan aneh. Di rumah Rini aku juga kerap menemukan benda-benda yang biasa dipakai laki-laki. Ada sepatu, kain sarung, peci bahkan pakaian dalam laki-laki. “Sebenarnya siapa sih dosenku ini, apa semua itu milik sanak familinya atau milik suaminya, padahal ia mengaku tak memiliki suami, jangan-jangan ia berprofesi ganda?”

Rasa curiga akhirnya membuatku berencana menyelidikinya, mengintai rumahnya saat libur kuliah. Saat itu aku memang tak pernah memergoki ada tamu laki-laki yang datang berkunjung ke rumahnya, aku juga tak melihat Rini beraktifitas di rumahnya. Yang kulihat hanya beberapa perempuan datang ke salon di samping tempat tinggal Rini.

Sehingga pada kesempatan berikutnya, aku sengaja datang lebih awal untuk kembali menerima tambahan waktu kuliahku di rumahnya. Saat aku datang ia masih berada di kamar mandi. Karena rasa penasaran ditambah otak mesumku yang kembali muncul, aku akhirnya memberanikan diri untuk mengintipnya. Saat mataku menempel pada sela-sela kamar mandinya, aku mendadak tersentak dan melangkah mundur dengan cepat dan selanjutnya meninggalkan rumahnya

Apa yang kusaksikan saat itu jelas membuatku sangat terkejut. Rini yang selama ini kuanggap sebagai perempuan cantik yang terhormat ternyata hanyalah tipuan belaka. Betapa tidak, dengan mata kepalaku sendiri menyaksikan ada sesuatu yang menggantung diantara kedua pahanya saat aku mengintipnya. Rini bukanlah seorang perempuan, ternyata ia seorang waria. Walau bagaimanapun aku tak ingin rahasianya terbongkar, karena perasaan takut dan malu aku memutuskan untuk berhenti kuliah dan menghilang darinya.

 

Menilai Loyalitas

•Mei 17, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Pasti setiap perusahaan ingin memiliki karyawan yang loyal agar bisa memberikan kontribusi maksimal dan selalu optimal dalam bekerja. Sehingga dalam setiap test rekruitmen, penilaian loyal atau tidaknya karyawan seringkali menjadi pertimbangan penting.

Memang menilai loyalitas seorang karyawan bukanlah pekerjaan mudah, apalagi pada calon karyawan yang masih baru dikenal. Jadi untuk mengetahuinya, simak beberapa langkah agar bisa diketahui calon karyawan tersebut akan loyal atau tidak.

Yang pertama adalah dengan mempelajari curriculum vitae atau daftar riwayat hidup calon karyawan. Daftar riwayat hidup ini dapat memberi informasi tentang kualitas seseorang sekaligus track record karir calon karyawan. Perhatikan pada point ‘pengalaman kerja’, seberapa sering karyawan pindah bekerja sebelum melamar ke perusahaan anda.

Dengan begitu anda bisa mempelajari ambisi dan obsesinya dalam berkarir. Setelah mempelajari CV, lakukan wawancara untuk mengetahui informasi secara langsung tentang calon karyawan. Lakukan cross check dengan apa yang tertera dalam CV, karena membaca CV tanpa konfirmasi langsung pada yang bersangkutan tidak akan diperoleh informasi yang valid.

Tanyakan alasannya saat ia memutuskan untuk pindah kerja, bisa bermacam-macam alasannya. Mulai ingin menambah pengalaman, peningkatan karir, PHK, sampai bosan. Tetapi umumnya tidak ada calon karyawan yang jujur mengatakan bahwa ia bosan dengan pekerjaan lamanya. Karena mereka pasti tahu bahwa tidak ada perusahaan yang menyukai karyawannya yang pembosan. Karena itu, tekankan pada calon karyawan untuk menjawab secara jujur.

Cara lain untuk mengetahui calon karyawan loyal atau tidak adalah dengan referensi. Referensi merupakan cara memperoleh pendapat mengenai pelamar dari pihak ketiga. Karena itu untuk meyakinkan pilihan anda, tidak ada salahnya anda menanyakan informasi tentang pelamar terhadap seseorang yang diyakini pelamar dapat memberi referensi karirnya. Memang, biasanya mereka tidak akan memberi nama seseorang yang tidak akan menulis referensi yang menguntungkan. Tetapi setidaknya, anda bisa memperoleh informasi lebih banyak tentang calon karyawan daripada hanya membaca CV dan melakukan wawancara.

Pertimbangkan seluruh informasi yang telah anda kumpulkan dengan baik dan buatlah kesimpulan yang objektif tentang loyalitas calon karyawan dari apa yang sudah dikatakannya. Apabila anda sudah yakin, maka putuskan untuk menerima atau menolaknya. Jika anda memutuskan untuk menerima calon karyawan, lakukan pemantauan terhadap karyawan baru tersebut. Buatlah kebijaksanaan yang dapat menumbuhkan motivasi dan loyalitasnya. Semoga berhasil.